Google+ Followers

06 September 2010

Prediksi Cuaca Extrim Berbagai Daerah Indonesia

Prediksi Cuaca Extrim Berbagai Daerah Indonesia
The Houw Liong, Bayong Tj. H.K., A. Purqon

Abstrak

Dari historis bencana alam di berbagai tempat di Indonesia dapat disimpulkan bahwa pengaruh cuaca ekstrim yang penting ialah bencana banjir yang pada umumnya terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari, meskipun secara normal musim hujan telah mulai sekitar dasarian ke 1 bulan November. Pada bulan-bulan tersebut pita zona konvergensi intertropis (ICTZ : Intertropical Convergence Zone) dan gerak semu matahari berada di atas belahan bumi selatan. Pada belahan bumi musim panas juga sering muncul depresi, badai atau siklon tropis. Pita ICTZ dan badai tropis menyebabkan konvergensi gerak massa udara tropis lembab yang akan bergerak atas, sehingga uap air yang terbawa akan berubah fasa cair (tetes awan) melalui proses kondensasi.
Sebaliknya pada saat kemarau panjang banyak daerah mengalami kekeringan/kekurangan air.
Selain gejala tahunan itu ada gejala global dan regional yang berpengaruh pada timbulnya cuaca ekstrim misalnya ENSO (El NiƱo /Southern Oscillation), IOD (Indian Ocean Dipole)1.2)dan MJO (Madden-Julian Oscillation). Secara umum dapat dikembangkan analisa deret waktu dan CBR untuk memprediksi cuaca ekstrim di wilayah Indonesia dan untuk pengembangan model yang lebih rinci di ambil studi kasus prediksi banjir di DKI.

Masalah nasional banjir dan kekeringan dapat dikurangi dampak negatifnya bila pemahaman mengenai dinamika terjadinya cuaca ekstrim, siklus air dan proses pembentukan awan hujan dikuasai dengan baik , sehingga kejadianya dapat diprediksi dan dampak negatifnya dapat dikurangi dengan memanfaatkan IPTEK modifikasi cuaca dan pelestarian lingkungan yang dapat menyimpan air pada musim hujan dan memanfaatkanya pada musim kemarau.
Hasil penelitian pengembangan metoda prediksi dan IPTEK modifikasi cuaca dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan kekeringan sehingga persiapan untuk menanggulanginya dapat direncanakan sebelum kejadian dan dapat dikembangkan cara penaggulangan untuk mengurangi dampak negatif dari cuaca/iklim ekstrim.



DAFTAR PUSTAKA ACUAN
1.Bayong TjHK, Cuaca dan Iklim Ekstrim di Indonesia, Temu Ilmiah Sains Atmosfer dan Iklim Nasional , Lapan, 2004.
2. The H. L., A. Purqon, Bayong Tj.HK, F.H. Wododo, Evaluasi Prediksi Banjir Wilayah DKI dengan ANFIS, Temu Ilmiah Sains Atmosfer dan Iklim Nasional , Lapan, 2004.
3. The H. L., Acep Purqon, Bayong Tj.HK , Prediksi Cuaca Ekstrim di Indonesia, Seminar FMIPA IV, 2004.

1 comment:

HouwLiong said...

Dengan modifikasi cuaca curah hujan yang menyebabkan banjir dapat dikurangi dengan menyemai awan , sehingga hujan jatuh di daerah lain. Demikian juga ketika suatu daerah diantisipasi akan kekeringan, maka dengan menyemai awan pada musim pancaroba, aaair dapat ditampung dalam waduk, sehingga aaair tsb dapat dipakai pada waktu kekeringan.