Google+ Followers

27 June 2011

Fuzzy Hidden Markov Models

IFSA 2011

Fuzzy Hidden Markov Models
For Indonesian Speech Classification

*Intan Nurma Yulita
Telkom Institute of Technology
intanurma@gmail.com
The Houw Liong
Telkom Institute of Technology
houwthee@yahoo.co.id
Adiwijaya
Telkom Institute of Technology
adw@ittelkom.ac.id



Abstract: Indonesia has a lot of tribes, so that there are a lot of dialects. Speech classification is difficult if the database uses speech signals from various people who have different characteristics because of gender and dialect. The different characteristics make the system be trained for the various templates reference of speech signal. Therefore, this study has been developed for Indonesian speech classification This study designs the solution of the different characteristics for Indonesian speech classification. The solution combines Fuzzy on Hidden Markov Models. The new design of fuzzy Hidden Markov Models will be proposed in this study. The models will consist of Fuzzy C-Means Clustering which will be designed to substitute the vector quantization process and a new forward and backward method to handle the membership degree of data. The result shows FHMM is better than HMM and the improvement was 3.33 %.

Keywords: Fuzzy, Hidden Markov Models, Indonesian, Speech, Classification

Time-Series Data Mining in a Geospatial Decision Support

Time-Series Data Mining in a Geospatial Decision Support
System¤
Dan Li, Sherri Harms, Steve Goddard, William Waltman, Jitender Deogun
Department of Computer Science and Engineering
University of Nebraska-Lincoln, Lincoln NE 68588-0115

Abstract
This paper presents an overview of the motivation for, and the use of time-series data mining in, a Geospatial Decision Support System (GDSS). Our approach is based on a combination of time-series data mining algorithms and spatial interpolation techniques. The initial focus of the system is to facilitate drought risk management. We develop two association rule mining algorithms and two interpolation methods, which help drought experts predict local weather conditions or potential yield impact based on the global weather patterns.

Keywords: Geospatial Decision Support System, Data Mining, Interpolation.

1. Introduction
Drought is a natural process of Great Plains landscapes and results in significant economic, social, and environmental impacts. Historically, more emphasis has been placed on the response component of drought management, with little or no attention to mitigation, preparedness, and prediction or monitoring (Wilhite 2001). Thus, through the National Science Foundation (NSF) Digital Government program, the USDA RMA is working with the University of Nebraska–Lincoln Computer
Science and Engineering (CSE) Department, National Drought Mitigation Center (NDMC), and High Plains Regional Climate Center (HPRCC) to develop a Geospatial Decision Support System (GDSS) to improve the quality and accessibility of temperature and precipitation data for drought assessment and drought risk management. Figure 1 shows two drought assessment maps. The drought map of Nebraska can be generated in real-time produced by our GDSS system for any specified time interval from the project’s home page: http://nadss.unl.edu/.
A common question in risk analysis is “How are events related in time?” In a risk management application where a time-series is a factor, it is important to study the relationships of the parameters that occur together. Data mining algorithms have the potential to identify these relationships.
Predicting events and identifying sequential rules that are inherent in the data help domain experts learn from past data and make informed decisions for the future. For example, decision-makers are interested in discovering associations between the periodical occurrence of El Ni˜no and the periodical occurrence of natural hazards. Data mining techniques can help us build abstract models to represent the reality and to support risk management and mitigation of natural hazards. In the rest
of this paper, we demonstrate the integration of spatio-temporal knowledge discovery techniques in the GDSS using a combination of data mining methods applied to geospatial time-series data.

¤This research was supported in part by NSF Digital Government Grant No. EIA-0091530 and NSF EPSCOR,
Grant No. EPS-0091900.

23 June 2011

Peran Sains dan Teknologi Khususnya Telematika dalam Pengembangan Berkelanjutan

Peran Sains dan Teknologi Khususnya Telematika dalam Pengembangan Berkelanjutan
Prof. Dr. The Houw Liong

Pengembangan Sains dan Teknologi
Matematika mempunyai landasan yang sangat kokoh karena selalu dibangun dari aksioma kemudian dalil dan segala pernyataan matematik harus dapat dibuktikan secara logis dari aksioma. Kebenaran aritmatika dan logika formal tidak pernah diragukan, bahkan sekarang menjadi landasan kerja komputer yang dikenal sebagai Arithmetic Logical Unit.
Pengetahuan alam yang benar dibangun berdasarkan metoda ilmiah yang dikenal sebagai logico-empiricism. Sejak abad pertengahan metoda ilmiah berkembang dengan hukum-hukum alam yang berhasil dirumuskan oleh para fisikawan seperti hukum gerak benda, hukum gravitasi oleh Newton; gejala listrik dan magnet yang merupakan dasar untuk berkembangnya teknologi telekomunikasi oleh Maxwell; hukum termodinamika, dan lain-lain. Hukum-hukum alam tersebut dikenal sebagai hukum fisika klasik yang menjadi landasan tercetusnya teknologi yang dikenal sebagai Revolusi Industri I: mesin menggantikan otot.
Revolusi industri I ini membawa perubahan pola hidup yang sangat besar bagi umat manusia: tumbuhnya kota besar yang merupakan pusat industri dan perdagangan, urbanisasi, tumbuhnya teknologi yang memboroskan pemakaian sumber alam, timbulnya pencemaran/polusi dan terjadinya kelompok yang mempunyai modal besar dan menguasai teknologi yang dapat mengumpulkan kekayaan yang besar dan kelompok buruh dan petani yang umumnya tetap miskin.
Perkembangan fisika modern yang dipelopori oleh Einstein dengan teori relativitasnya dan Planck, Bohr, Schroedinger, Heisenberg, ... dengan mekanika kuantumnya menjadi landasan untuk berkembangnya teknologi nuklir, semikonduktor, integrated circuit, mikroelektronik, laser, komputer,robotika, dll., sehingga tercetusnya Revolusi Industri II: komputer menggantikan otak .
Bidang yang maju pesat merupakan penggabungan kemampuan komputer dan telekomunikasi yang dikenal sebagai telematika. Tumbuhnya perusahaan raksasa dalam bidang telematika atau yang memanfaatkan telematika menimbulkan perusahaan yang kekayaan dan kekuasaanya sangat besar.
Namun, industrialisasi yang disertai pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan menipisnya sumber alam, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran serta memperlebar jurang kelompok si kaya dan si miskin. Pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development).

Telematika
Telematika masa depan menawarkan berbagai kemungkinan baru dalam cara kerja manusia misalnya pengaruh berkembangnya telemetri, teleprinter, teleprocessing, teletext, telemedicine, telecommerce, laboratory automation, flexible manufacturing, distance learning, dan lain-lain. Memungkinkan pembangunan masyarakat tanpa uang kertas (cashless society), kantor tanpa kertas, sehingga menghemat sumber alam. Selain itu orang dapat bekerja di rumah atau tempat yang terdistribusi tidak perlu dipusatkan di suatu tempat yang diharapkan mencegah orang berbondong-bondong ke pusat kota, sehingga dapat menghemat bahan bakar untuk transport.
Telematika merupakan sarana yang penting dalam menyatukan pemikir-pemikir umat manusia yang mengutamakan kepentingan bersama dalam pengembangan yang berkelanjutan.

Pengembangan Berkelanjutan
Selain memperkaya pengetahuan manusia mengenai alam semesta dan dirinya sendiri dan masyarakatnya, perkembangan pengetahuan ini juga menimbulkan teknologi yang baru seperti bioteknologi, nanoteknologi, komputer kuantum, neural chip, robot yang mirip manusia, dan lain-lain.
Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya – miskin?
Selain itu hal yang perlu diselesaikan ialah konflik antar kelompok, antar bangsa, antar ideologi, antar agama?
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan manusia yang dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.

13 June 2011

Coronal Hole and Geomagnetic Disturbance

Seminar Nasional Sains Antariksa V ISBN: 978-979-1458-43-6
Serpong, 15 November 2010
Geomagnet dan Teknologi Landas Bumi

KAITAN GANGGUAN GEOMAGNET DENGAN
LUBANG KORONA
Mamat Ruhimat dan Clara Y. Yatini
Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN
e-mail: ruhimat@bdg.lapan.go.id

Abstract
We analyzed two geomagnetic disturbances which are derived from the measurement of
daily variation of geomagnetic field conducted in BMKG Tondano Manado observatory (1.30°North, 124.93° East), particularly in Horizontal (north-south) component. The first occurred subsequently on August 24 and 25, 2010, while the second occurred on September 24, 2010.
The decreases of the intensity of Horizontal component reached minimum in August 25 and September 24, 2010 with intensities -55 nT and -40 nT respectively. By analyzing the solar and interplanetary activity a few days before the appearance of the geomagnetic disturbances, we found that those disturbances are related with the existence of geoeffective coronal holes.

Keywords: Coronal hole and geomagnetic disturbance

Salah Urus Sumber Daya Alam

Salah Urus Sumber Daya Alam

Analisis Ekonomi: Salah Urus Sumber Daya Alam

06 June 2011

Research of supercritical water may bring geotherm...

Supercritical Water May Bring Geothermal Revolution

Geothermania: Research of supercritical water may bring geotherm...: "In recent years, a large effort has been done to utilize a heat from the earth. Geothermal companies all over the world try to make another ..."