Google+ Followers

19 July 2011

THE PREDICTION OF DENGUE HAEMORRAGIC FEVER (DHF) IN CIMAHI

The 3rd International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICEEI 2011)

THE PREDICTION OF DENGUE HAEMORRAGIC FEVER (DHF) IN CIMAHI
USING HYBRID GENETIC ALGORITHM AND FUZZY LOGIC

Fhira Nhita,ST 1, Prof.Thee Houw Liong 2, Shaufiah,MT 3

1,3 Informatics Program Study in Telkom Institute of Technology
2 Bandung Institute of Technology
1 fhiranhita@yahoo.com, 2 houwthee@yahoo.co.id,
3 shaufiah@gmail.com

Abstrak
Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah nasional di bidang kesehatan. Setiap tahun angka kesakitan DBD masih tinggi. Khususnya di Cimahi, salah satu kota di provinsi Jawa Barat dimana angka kesakitan (Incidence Rate) tahun 2005 hingga 2010 di atas standar yang ditentukan Departemen Kesehatan RI.

Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian DBD, antara lain iklim dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dibangun Sistem Prediksi demam berdarah yang dikaitkan dengan iklim, yang diharapkan bisa membantu memberikan informasi bagi Departemen Kesehatan tentang prediksi resiko DBD di tahun yang akan datang, sehingga Departemen Kesehatan dapat mengambil langkah preventif untuk mengurangi angka kesakitan DBD.

Sistem Prediksi yang dibangun dengan hybrid algorithm yaitu Algoritma Genetika dan Fuzzy Logic mampu menghasilkan akurasi testing 100% dalam memprediksi kondisi DBD di 6 bulan pertama pada tahun 2009 dan 2010 di kecamatan Cimahi Utara dan Cimahi Tengah. Sedangkan pada Cimahi Selatan diperoleh hasil prediksi 6 bulan pertama di tahun 2009 sebesar 100% tetapi pada tahun 2010 terjadi penurunan akurasi.


Kata kunci: demam berdarah, cimahi, algoritma genetika, logika fuzzy, system prediksi

Abstract
The incidence of Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a national health problem in Indonesia. Every year dengue morbidity is still high. Particularly in Cimahi, one of the city in West Java province where the morbidity rate (Incidence Rate) 2005 to 2010 in the above national standard.
Many factors can affect the incidence of dengue, among others, climate and living behavioral. Therefore, the development of DHF Prediction System which is associated with a climate that is expected to help provide information for the Department of Health about dengue risk prediction in the coming year, so the Health Ministry can take preventive action to reduce morbidity of DHF.
The Prediction System that was built with a hybrid algorithm which Genetic Algorithms and Fuzzy Logic is able to obtain 100% testing accuracy in predicting the condition of dengue in the first 6 months in 2009 and 2010 in North Cimahi and Central Cimahi. While in South Cimahi, the prediction results obtained in the first 6 months of 2009 amounted to 100% but in 2010 a decline in accuracy.

Keywords: dengue haemorrhagic fever, cimahi, genetic algorithm, fuzzy logic, prediction system

07 July 2011

PEMODELAN DAN SIMULASI KENAIKAN PERMUKAAN AIR LAUT SECARA TIGA DIMENSI (3D)

PEMODELAN DAN SIMULASI KENAIKAN PERMUKAAN AIR LAUT SECARA TIGA DIMENSI (3D) DENGAN MENGGUNAKAN DATA LIDAR (Light Detecting and Ranging)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2011-06-14 16:33:38
Oleh : JUMADI (NIM 15104061); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T., dan Sofan Prihadi, ST. , S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Sea level rise, 3D modelling and simulation, LIDAR

Banjir akibat naiknya permukaan air laut merupakan permasalahan yang sering melanda daerah-daerah di pesisir pantai. Naiknya permukaan air laut pada umumnya disebabkan oleh pemanasan global. Selain pemanasan global, bencana alam seperti: gelombang badai, land subsidance, dan pasang air laut juga memberikan kontribusi yang besar terhadap naiknya permukaan air laut. Naiknya permukaan air laut akan memberikan dampak yang besar, baik dalam skala lokal maupun nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk melakukan pemodelan dan simulasi terhadap dampak kenaikan permukaan laut tersebut. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melakukan pemodelan dan simulasi secara tiga dimensi (3D). Untuk memperoleh informasi tiga dimensi (3D) dapat dilakukan dengan mengunakan teknologi Airborne Laser Scanning (ALS) yang mampu menghasilkan informasi kedalaman dan topografi detail dari daerah pesisir pantai tersebut secara cepat dan akurat. Negara-negara seperti: Amerika, Kanada, dan Swedia menamakan teknologi ALS tersebut dengan nama LIDAR (Light Detecting and Ranging). LIDAR terbagi atas dua, yaitu: LIDAR untuk pengukuran kedalaman yang dikenal dengan nama Airborne Laser Hydrography (ALH) atau Airborne Laser Bathymetry (ALB), dan LIDAR untuk pengukuran topografi permukaan bumi yang disebut dengan Airborne Altimetric LIDAR. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan teknologi LIDAR dapat membantu instansi terkait dalam penanggulangan banjir, dan lebih lanjut dapat digunakan untuk perencanaan pengaturan tata ruang dan mitigasi bencana.

Deskripsi Alternatif :

Flood as the impact of the rising of the sea levcl, is a common problem that always exists around coastal areas. The sea level rise is generally influenced by global warming. furthermore, natural disasters such as storm wave, land subsidence, as well as high tide, have also given a contribution to the sea level rise. The sea level rise will cause such a great impact, either local or national scale. Therefore, it is needed to have a way to do modeling and stimulation of the impact of the sea level rise. One of ways that can be used is by three dimensional (3D) modeling and stimulation. Information in the form of three dimensions, can be achieved by Airborne Laser Scanning (ALS) technology that can produces depth and detail topography of coastal areas quickly in fast and accurately. Nations like: American, Canada, and Swedia names ALS technology by the name of LIDAR (Light Detecting and Ranging). Based on the measured object LIDAR is divided into two. One is, LIDAR for depth measurement [Airborne Laser Hydrography (ALH) or Airborne Laser Bathymetry (ALB)]. Another is LIDAR for topographic measurement of the land surface [Airborne Altimetric LIDAR]. Applying this technology, is useful to assist the nearest institution in handling the flood. Furthermore, it can be used in planning the space formation system and natural disasters mitigation.