Google+ Followers

27 May 2010

Cara mengatasi krisis energi dan sumber alam di dunia dan khususnya di Indonesia

Cara mengatasi krisis energi dan sumber alam di dunia dan khususnya di Indonesia
The Houw Liong

Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang sekarang jumlah penduduk dunia sudah mencapai 6,5 milyar, diperkirakan dalam tahun 2050 jumlah penduduk mencapai 9 milyar orang, dipacunya industrialisasi dan transportasi yang sekarang telah menghabiskan sekitar 80 juta barrel BBM setiap hari mengakibatkan menipisnya sumber alam dan BBM, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran, jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar.
Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development). Hal ini timbul sebab persediaan BBM (termasuk migas)dunia diperkirakan hanya berlangsung untuk 50 tahun saja, dan pengembangan energi alternatif lain masih terlalu lambat untuk menggantikan peranan BBM. Energi nuklir diperkirakan dapat menggantikan kebutuhan energi masa depan, namun teknologinya hanya dikuasai oleh negara maju saja, kebijakan negara maju membatasi perkembangan PLTN di negara berkembang. Selain itu perpacuan senjata nuklir dan keserakahan manusia mengancam terjadinya perang nuklir yang dapat menghancurkan dunia ini.
Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, ekologi, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya – miskin tsb?
Selain itu keadaan seperti itu bisa memicu konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.
Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.

Cara yang bijak untuk mengatasi krisis energi dan sumber alam adalah dengan melaksanakan keluarga berencana sehingga mengarah pada pertumbuhan nol (zero growth), mengembangkan energi alternatif dan mengubah pola hidup yang boros pemakaian energi dan sumber alam menjadi pola hidup yang menghemat pemakaian energi dan sumber alam dengan melakukan 5R(reduce, reuse,recycle, restore and replenish) serta memperhatikan dan mempertahankan lingkungan hidup sehingga tidak merusak siklus ekologi.Sumber alam yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan umat manusia, namun tidak cukup untuk memenuhi keserakahan manusia.


Kunci utama untuk mengatasi berbagai krisis yang melanda Indonesia ialah kecerdasan rakyat untuk memilih pemimpin yang cerdas yang memahami meningkatnya kebutuhan manusia serta keterbatasan/menipisnya sumber alam, visioner dan mempunyai integritas moral serta memahami akar dari krisis itu. Rakyat dapat mengevaluasi program yang diajukan calon pemimpin sehingga dapat memilih pemimpin yang dapat membangkitkan Indonesia untuk mengatasi berbagai krisis tsb.Hal ini diperlukan khususnya untuk menghadapi pemilu (pemilihan presiden) tahun 2014.

1 comment:

HouwLiong said...

Dalam waktu dekat energi alternatif yang perlu dikembangkan ialah geotermal, karena Indonesia memiliki sumber geotermal yang cukup banyak. Dalam jangka panjang penggunaan energi(tenaga) nuklir (pembangunan PLTN) merupakan keharusan, karena sampai sekarang PLTN terbukti merupakan energi yang paling murah setelah BBM.