Google+ Followers

15 July 2010

Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia

Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia dengan memindahkan pusat kegiatan ke luar pulau Jawa(Pindahkan ibu kota dan pusat ekonomi/industri ke luar pulau Jawa).

The Houw Liong

Masalah besar yang harus ditangani di Indonesia ialah masalah distribusi penduduk dan kenaikan jumlah penduduk yang pesat. Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 235 juta dengan pertambahan penduduk sekitar 2% tiap tahun, sehingga jumlahnya akan 2x lipat dalam waktu sekitar 70 tahun. Sebagian besar populasi yaitu sekitar 150 juta berada di pulau Jawa, karena pulau Jawa merupakan pusat kegiatan pemerintahan, industri, ekonomi dan pendidikan, sehingga orang akan bermigrasi ke pulau Jawa. Namun pulau Jawa sudah melampaui daya tampungnya, sehingga terjadi kerusakan lingkungan hidup, kemacetan lalu lintas, polusi yang melampaui batas sehingga akan menimbulkan krisis. Hal ini menyebabkan pengelolaan pulau Jawa menjadi sangat sulit.

Kebijakan yang perlu diambil ialah memindahkan secara bertahap pusat kegiatan tsb. ke luar pulau Jawa, sehingga terjadi migrasi secara alamiah dan mempercepat pembangunan di luar Jawa dan memudahkan pengelolaan di Jawa untuk memperbaiki lingkungan hidup, mencegah kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi, dst.

Kebijakan lain yang juga penting ialah peningkatan gerakan keluarga berencana dan pola hidup yang hemat sumber alam dan energi (reduce, reuse, recycle, restore, replenish) serta pengembangan energi alternatif, sehingga secepatnya mengurangi kebergantungan dari energi fosil/BBM dan mengurangi polusi dan memanfaatkan sampah.

Rencana pemerintah untuk meningkatkan pemakaian energi geotermal sehingga memenuhi 15% dari kebutuhan energi Indonesia dalam tahun 2030 masih terlalu rendah sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan energi Indonesia, mengingat peningkatan kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat lebih besar karena pertambahan penduduk dan pemakaian energi per orang akan meningkat juga.

Negara maju sudah memacu pemakaian energi nuklir untuk menggantikan energi fossil, walaupun disadari resiko PLTN cukup besar, sehingga diperlukan pengembangan teknologi nuklir generasi iii dan iv yang direncanakan akan lebih aman dan bisa mengurangi bahaya sampah nuklir.

No comments: