Google+ Followers

20 June 2009

Floods Phenomena and Disaster Mitigation

Floods Phenomena and Disaster Mitigation
Banjir dan Mitigasi Bencana



Perbandingan Analisis Dinamika Atmosfer pada Fenomena Banjir Tahun 2002 dan 2007 DKI Jakarta Sebagai Alternatif Mitigasi Bencana Alam

Rahmat Gernowo, Bayong Tj. H.K., The Houw Liong, Tri W.H., Ruminta
[Vol. 10, No. 2, Juli 2008, Bionatura]

Dinamika awan hujan khususnya daerah Jakarta, merupakan hal penting dalam pencarian salah satu solusi langkah penanggulangan banjir khususnya daerah Jakarta. Kajian terhadap pola konveksi di atas daerah DKI Jakarta berdasarkan data pengamatan yang ada, terutama citra satelit resolusi tinggi hal mana akan memberikan pemahaman mengenai pola pertumbuhan awan konveksi yang menghasilkan hujan lebat dan mendatangkan banjir di wilayah DKI-Jakarta. Dalam penelitian ini, dilakukan kajian hujan ekstrim di DKI Jakarta. Fenomena tersebut dianalisis berdasarkan efek dinamika atmosfer baik dari skala global, regional dan lokal. Diperoleh hasil bahwa dinamika awan di DKI Jakarta saat terjadi hujan ekstrim tahun 2002 dan 2007 didominasi oleh faktor sirkulasi atmosfer lokal dengan pola yang sama. Pola berulang dari dinamika atmosfer ini, dapat digunakan sebagai alternatif proses pembelajaran dan mitigasi bencana alam kedepan sedemikian sehingga akan meminimalisasi kerugian.

COMPARISON OF ATMOSPHERE DYNAMICS ANALYSIS AT FLOODS PHENOMENON ON THE YEAR 2002 AND 2007 IN DKI JAKARTA AS ALTERNATIVELY OF NATURAL DISASTER MITIGATION

The dynamics of cloud rain especially in area of Jakarta is an important matter in seeking solution to prevent floods especially in Jakarta. The research of convection pattern above area of DKI Jakarta based on the existing perception data, especially high resolution satellite image which is expected to give the understanding of pattern growth of convection cloud that yield torrential rains and deliver floods in DKI-Jakarta. In this research the rain extreme study in DKI Jakarta was conducted. The phenomenon is analyzed based on atmosphere dynamics effect either from global, regional and local scale. The research result indicated that the cloud dynamics in DKI Jakarta when extreme rain occurred in 2002 and 2007 predominated by local circulation atmosphere factor with the same pattern. The repeating pattern from this atmosphere dynamics, serve the purpose of alternative to study process and mitigations of natural disaster to the future in such a way that will be minimized the loss.

No comments: