Showing posts with label krisis. Show all posts
Showing posts with label krisis. Show all posts

01 April 2011

Pengembangan Berkelanjutan untuk Mengatasi Krisis

Pengembangan Berkelanjutan untuk Mengatasi Integritas Moral dan Spiritual, Krisis Pangan, Air, dan Energi.

The Houw Liong



Kitab Kejadian 1: 27--29

27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.


Kitab Kejadian menyatakan bahwa manusia diberi kuasa untuk bertumbuh dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab, sehingga bisa bertumbuh secara berkelanjutan.

Namun keadaan sekarang manusia sudah menyalah-gunakan pengetahuan dan kuasa yang telah diberikan oleh Tuhan.

Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai 6,5 milyar, diperkirakan dalam tahun 2050 jumlah penduduk mencapai 9 milyar orang, dipacunya industrialisasi dan transportasi yang sekarang telah menghabiskan sekitar 80 juta barrel BBM setiap hari mengakibatkan menipisnya sumber alam, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran. Keserakahan manusia telah menimbulkan jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar.

Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development).

Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, ekologi, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya dan miskin tsb?

Manusia yang serakah uang dan kekuasaan menimbulkan kolusi antara pengusaha dan pejabat yang memegang kekuasaan yang hanya mementingkan kelompoknya dan kerabatnya saja dan mengorbankan kepentingan orang banyak. Keadaan seperti itu dan menipisnya sumber alam, energi dan air bisa memicu konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.

Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang mempunyai integritas moral dan spritual, sehingga dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat energi dan sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.



Daftar Pustaka

S.Weinberg, Dreams of a Final Theory, Vintage Books, 1994.

F.Capra, The Hidden Connection, Jalasutra, 2004.

D.B.Calne,Batas Nalar, Rasionalitas dan Prilaku Manusia, KP Gramedia, 2005.

16 February 2011

Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional

Apakah Strategi ini memadai mengingat kebutuhan energi naik sebanding dengan pertambahan penduduk ? Ini berarti kebutuhan energi naik lebih cepat daripada perkiraan dalam artikel di bawah ini. Demikian juga persediaan BBM, gas dan batu bara akan habis lebih cepat dari perkiraan dalam artikel di bawah ini.


Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional

Dunia Hadapi Lima Krisis

Bagaimana menghadapi krisis pangan, kependudukan, energi, lingkungan dan moral ?


Amien Rais: Dunia Hadapi Lima Krisis

14 January 2011

Pindahkan Pusat Kegiatan Secara Bertahap ke Luar Jakarta

Pindahkan Pusat Kegiatan Secara Bertahap ke Luar Jakarta.
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/01/12/brk,20110112-305593,id.html

Sebenarnya , karena pulau Jawa sudah sangat padat penduduknya pemindahan pusat kegiatan harus ke luar pulau Jawa, sehingga kerusakan lingkungan di pulau Jawa termasuk wilayah Jabotabek dapat diperbaiki dan dipulihkan.

15 July 2010

Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia

Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia dengan memindahkan pusat kegiatan ke luar pulau Jawa(Pindahkan ibu kota dan pusat ekonomi/industri ke luar pulau Jawa).

The Houw Liong

Masalah besar yang harus ditangani di Indonesia ialah masalah distribusi penduduk dan kenaikan jumlah penduduk yang pesat. Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 235 juta dengan pertambahan penduduk sekitar 2% tiap tahun, sehingga jumlahnya akan 2x lipat dalam waktu sekitar 70 tahun. Sebagian besar populasi yaitu sekitar 150 juta berada di pulau Jawa, karena pulau Jawa merupakan pusat kegiatan pemerintahan, industri, ekonomi dan pendidikan, sehingga orang akan bermigrasi ke pulau Jawa. Namun pulau Jawa sudah melampaui daya tampungnya, sehingga terjadi kerusakan lingkungan hidup, kemacetan lalu lintas, polusi yang melampaui batas sehingga akan menimbulkan krisis. Hal ini menyebabkan pengelolaan pulau Jawa menjadi sangat sulit.

Kebijakan yang perlu diambil ialah memindahkan secara bertahap pusat kegiatan tsb. ke luar pulau Jawa, sehingga terjadi migrasi secara alamiah dan mempercepat pembangunan di luar Jawa dan memudahkan pengelolaan di Jawa untuk memperbaiki lingkungan hidup, mencegah kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi, dst.

Kebijakan lain yang juga penting ialah peningkatan gerakan keluarga berencana dan pola hidup yang hemat sumber alam dan energi (reduce, reuse, recycle, restore, replenish) serta pengembangan energi alternatif, sehingga secepatnya mengurangi kebergantungan dari energi fosil/BBM dan mengurangi polusi dan memanfaatkan sampah.

Rencana pemerintah untuk meningkatkan pemakaian energi geotermal sehingga memenuhi 15% dari kebutuhan energi Indonesia dalam tahun 2030 masih terlalu rendah sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan energi Indonesia, mengingat peningkatan kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat lebih besar karena pertambahan penduduk dan pemakaian energi per orang akan meningkat juga.

Negara maju sudah memacu pemakaian energi nuklir untuk menggantikan energi fossil, walaupun disadari resiko PLTN cukup besar, sehingga diperlukan pengembangan teknologi nuklir generasi iii dan iv yang direncanakan akan lebih aman dan bisa mengurangi bahaya sampah nuklir.

29 June 2010

Model Dinamika Sistem dan Krisis Dunia (Krisis Energi dan Sumber Alam).

Model Dinamika Sistem dan Krisis Dunia


Model Dinamika Sistem dan Krisis Dunia (Krisis Energi dan Sumber Alam).

The Houw Liong

Sekitar tahun 1960 -- 1970 Jay Forrester seorang guru besar di MIT mencetuskan model dinamika system yang dapat dipakai untuk menganalisis aliran barang pada industri dan kelompoknya berhasil memperluasnya untuk menganalisis dinamika system dunia. Kelompok yang dipimpinya mengambil populasi/jumlah penduduk , hasil industri dan pertanian, sumber alam dan lahan subur, polusi dan sampah sebagai kuantitas penting yang perlu diperhatikan.
Jumlah penduduk dunia naik sekitar 2% per tahun, meningkatnya jumlah penduduk secara eksponensial ini yang berarti populasi akan menjadi dua kali lipat setiap 70 tahun. Jumlah penduduk dunia ada sekitar 6 milyar dalam tahun 2000 dan kalau pertumbuhanya tetap 2%, maka dalam tahun 2070 akan menjadi 12 milyar manusia.
Populasi meningkat secara eksponensial berarti kebutuhan pangan, pakaian dan papan/perumahan akan meningkat, ini berarti hasil pertanian dan industri perlu ditingkatkan secara eksponensial pula, akibatnya sumber alam dan luas tanah subur akan menipis, polusi dan sampah akan bertambah, kalau ini berlangsung terus maka dunia akan menuju krisis.
Model ini menunjukkan bahwa tanpa strategi dan tindakan yang tepat sekitar tahun 2050 saja mungkin menusia sudah krisis air bersih, menipisnya sumber alam dan kerusakan lingkungan yang parah.
Memang model ini banyak dikritik dan ditunjukkan terdapat kelemahan, namun kecenderungan umum bahwa tanpa strategi dan tindakan yang tepat untuk menanganinya maka dunia akan menuju krisis.

Faktor lain yang sangat penting ialah pemakaian energi yang terus meningkat sehingga dalam beberapa tahun saja sudah mencapai puncak pemakaian BBM (peak oil) yaitu produksi BBM tidak bisa lagi memenuhi permintaan/pemakaian BBM, dan pengembangan energi alternatif tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi.

Hal ini menunjukkan bahwa dunia sedang menuju krisis energi.

Negara maju seperti Prancis memutuskan untuk memakai tenaga nuklir, walaupun disadari resiko kecelakaan reaktor nuklir tetap ada. Prancis memakai PLTN untuk memenuhi 78 % kebutuhannya dan juga menjualnya ke negara lain.

Negara berkembang seperti Indonesia masih harus mempersiapkan diri untuk bisa membangun PLTN yang memerlukan biaya puluhan trilyun rupiah dan pengetahuan serta keterampilan dan disiplin untuk mengoperasikan PLTN serta menangani sampah nuklir .

Indonesia juga sudah mendekati puncak pemakaian BBM untuk mengatasi hal tsb, pengembangan energi alternatif perlu dipercepat/digalakkan disertai dengan perubahan pola hidup yang hemat energi dan sumber alam dengan melakukan 3R ( reduce, reuse, recycle).

27 May 2010

Cara mengatasi krisis energi dan sumber alam di dunia dan khususnya di Indonesia

Cara mengatasi krisis energi dan sumber alam di dunia dan khususnya di Indonesia
The Houw Liong

Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang sekarang jumlah penduduk dunia sudah mencapai 6,5 milyar, diperkirakan dalam tahun 2050 jumlah penduduk mencapai 9 milyar orang, dipacunya industrialisasi dan transportasi yang sekarang telah menghabiskan sekitar 80 juta barrel BBM setiap hari mengakibatkan menipisnya sumber alam dan BBM, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran, jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar.
Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development). Hal ini timbul sebab persediaan BBM (termasuk migas)dunia diperkirakan hanya berlangsung untuk 50 tahun saja, dan pengembangan energi alternatif lain masih terlalu lambat untuk menggantikan peranan BBM. Energi nuklir diperkirakan dapat menggantikan kebutuhan energi masa depan, namun teknologinya hanya dikuasai oleh negara maju saja, kebijakan negara maju membatasi perkembangan PLTN di negara berkembang. Selain itu perpacuan senjata nuklir dan keserakahan manusia mengancam terjadinya perang nuklir yang dapat menghancurkan dunia ini.
Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, ekologi, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya – miskin tsb?
Selain itu keadaan seperti itu bisa memicu konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.
Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.

Cara yang bijak untuk mengatasi krisis energi dan sumber alam adalah dengan melaksanakan keluarga berencana sehingga mengarah pada pertumbuhan nol (zero growth), mengembangkan energi alternatif dan mengubah pola hidup yang boros pemakaian energi dan sumber alam menjadi pola hidup yang menghemat pemakaian energi dan sumber alam dengan melakukan 5R(reduce, reuse,recycle, restore and replenish) serta memperhatikan dan mempertahankan lingkungan hidup sehingga tidak merusak siklus ekologi.Sumber alam yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan umat manusia, namun tidak cukup untuk memenuhi keserakahan manusia.


Kunci utama untuk mengatasi berbagai krisis yang melanda Indonesia ialah kecerdasan rakyat untuk memilih pemimpin yang cerdas yang memahami meningkatnya kebutuhan manusia serta keterbatasan/menipisnya sumber alam, visioner dan mempunyai integritas moral serta memahami akar dari krisis itu. Rakyat dapat mengevaluasi program yang diajukan calon pemimpin sehingga dapat memilih pemimpin yang dapat membangkitkan Indonesia untuk mengatasi berbagai krisis tsb.Hal ini diperlukan khususnya untuk menghadapi pemilu (pemilihan presiden) tahun 2014.

04 March 2010

Pengembangan Berkelanjutan

Peran Matematika , Sains dan Teknologi dalam Pengembangan Berkelanjutan

 

The Houw Liong

KK Fisika Sistem Kompleks, FMIPA, ITB

 

 

Pengembangan Matematika, Sains dan Teknologi

 

Matematika mempunyai landasan yang sangat kokoh karena selalu dibangun dari aksioma kemudian  teorema/dalil dan segala pernyataan matematik harus dapat dibuktikan secara logis dari aksioma. Sistem ini dikenal sebagai sistem formal. Kebenaran Aritmatika dan Logika formal tidak pernah diragukan, bahkan sekarang menjadi landasan kerja komputer yang dikenal sebagai ALU (Arithmetic Logical Unit).

Segala perintah dalam program komputer akan jatuh pada unit ini.

Pengetahuan alam yang benar dibangun berdasarkan metoda ilmiah yang dikenal sebagai logico-empiricism. Ilmuwan ingin memetakan segala gejala dan proses yang terjadi dalam alam semesta menjadi  sistem formal. Ini berarti hakekat segala gejala itu harus dapat dinyatakan sebagai hukum alam dan segala akibat dari hukum ini harus terbukti  dalam pengamatan .

Pada abad pertengahan  dengan metoda tsb Newton berhasil merumuskan hukum gerak benda, bulan, planet dll dalam hukum alam yang dikenal sebagai hukum Newton dan hukum gravitasinya. Maxwell berhasil merumuskan hukum yang dapat menjelaskan semua gejala listrik dan magnet yang merupakan dasar untuk berkembangnya teknologi telekomunikasi . Carnot, Clausius, Kelvin,Planck dll dapat merumuskan hukum termodinamika. Hukum alam yang dikenal sebagai hukum fisika klasik ini memperkaya pengetahuan manusia mengenai kosmos yang digambarkan sebagai gerak benda dalam ruang dan waktu yang absolut. Dalam fisika klasik berlaku hukum kausalitas , segala kejadian ditentukan oleh keadaan sebelumnya (deterministic). Dengan memakai istilah ilmu komputer : ilmuwan pada jaman itu mengharapkan segala gejala alam terkomputerisasi (computable) atau dapat disimulasikan dengan bantuan komputer. Hukum alam itu menjadi landasan tercetusnya teknologi yang dikenal sebagai revolusi industri I : mesin menggantikan otot.

Revolusi industri I ini membawa perubahan pola hidup yang sangat besar bagi umat manusia. Tumbuhnya kota besar yang merupakan pusat industri dan perdagangan menimbulkan perpindahan penduduk dari daerah pertanian ke kota besar (urbanisasi). Di samping efek yang positif timbul juga efek yang negatif : tumbuhnya teknologi yang memboroskan pemakaian sumber alam dan timbulnya pencemaran/polusi. Terjadinya kelompok yang mempunyai modal besar dan  menguasai teknologi yang dapat mengumpulkan kekayaan yang besar dan kelompok buruh dan petani yang umumnya tetap miskin.

Gejala dalam dunia mikroskopik memaksa Schroedinger, Heisenberg dll. merumuskan mekanika kuantum . Mekanika kuantum memberi gambaran yang lain dibandingkan dengan mekanika klasik : elektron bukan partikel, bukan gelombang tetapi pargel (partikel-gelombang).

Mekanika kuantum menjadi dasar berkembangnya semikonduktor, mikroelektronik, fotonik, laser, teknologi material, yang melandasi komputer modern dan membawa tercetusnya teknologi modern yang dikenal sebagai revolusi industri II : komputer menggantikan otak. Lebih lanjut lagi penggabungan kemampuan komputer dan telekomunikasi yang dikenal sebagai telematika  membawa perubahan yang besar bagi kehidupan manusia. Tumbuhnya perusahaan raksasa dalam bidang telematika atau yang memanfaatkan telematika yang kekayaan dan kekuasaanya sangat besar.

Telematika masa depan menawarkan berbagai kemungkinan baru dalam cara kerja manusia misalnya pengaruh berkembangnya telemetri, teleprinter, teleprocessing, teletext, telemedicine, telecommerce, laboratory automation, flexible manufacturing, distance learning, dll. Memungkinkan pembangunan masyarakat tanpa uang kertas (cashless society), kantor tanpa kertas, sehingga menghemat sumber alam. Selain itu orang dapat bekerja di rumah atau tempat yang dterdistribusi tidak perlu dipusatkan di suatu tempat yang diharapkan mencegah orang berbondong-bondong ke pusat kota,  sehingga dapat menghemat bahan bakar untuk transport .

Telematika  merupakan sarana yang penting dalam menyatukan pemikir pemikir umat manusia yang mengutamakan kepentingan bersama dalam pengembangan yang berkelanjutan.

Besar kecepatan cahaya konstan diamati dari kerangka pengamatan mana pun juga, menggugah  Einstein merumuskan teori relativitasnya berdasarkan dua postulat yang sederhana : I. Besar kecepatan cahaya dalam ruang hampa tetap c, diukur dari sistem kordinat mana pun juga. II. Hukum alam harus dinyatakan dengan persamaan matematik yang kovarian terhadap transformasi sistem koordinat dari pengamat. Deduksi dari kedua postulat ini menghasilkan hukum kesetaraan massa dan energi : E = m c2  yang menjadi dasar dari teknologi nuklir.

Perkembangan selanjutnya teori relativitas, teori medan terpadu, teori kuantum gravitasi, dilanjutkan dengan teori string, teori-M merupakan pengembangan teori fisika untuk memadukan teori medan listrik-magnet, medan nuklir kuat, lemah dan gravitasi menjadi satu teori. Teori ini berhasil mengungkapkan keadaan awal ruang-waktu atau awal alam semesta yang mengembang  yang dikenal sebagai Dentuman Akbar (Big Bang) yang diikuti dengan timbulnya berbagai partikel, atom, molekul  sehingga terjadinya galaksi, matahari , dan bumi yang memungkinkan timbulnya kehidupan.

Arah lain yang dikembangkan ilmuwan ialah teori kompleksitas. Lorenz  seorang matematikawan berhasil mengungkapkan bahwa model atmosfer yang sederhana dapat menimbulkan struktur disipatif dari keadaan khaotik (chaotic) . Prigogine mengungkapkan dari reaksi kimiawi dan katalisatornya terjadi struktur yang lebih kompleks dalam keadaan yang jauh dari keadaan setimbang. Wolfram dengan selular automatanya mengungkapkan bahwa struktur yang sangat kompleks dapat dibangkitkan oleh kaidah yang sederhana. Algoritma genetik dan kesetimbangan tersela (Darwin, Mendel dan Gould) mencoba mengungkapkan timbulnya kompleksitas yang lebih tinggi pada mahluk hidup. Mahluk hidup merupakan sistem yang mempertahankan entropi rendah(negentropi) dengan membuang entropi ke lingkungannya.  Ilmu kognitif mempelajari jaringan neural  sebagai sistem kompleks yang adaptif  dan mencoba mengerti timbulnya inteligensi dan kemampuan adaptasi.Penrose mencetuskan hipotesis bahwa  komputasi kuantum dapat terjadi karena dalam jaringan neural terdapat banyak microtubules yang memungkinkan timbulnya komputasi kuantum.Komputasi kuantum mampu mengungkapkan gejala yang tidak dapat disimulasikan dengan komputasi yang sekarang. Apakah komputasi kuantum dapat menjelaskan timbulnya kesadaran ?

Selain memperkaya pengetahuan manusia mengenai alam semesta  dan dirinya sendiri dan masyarakatnya, perkembangan pengetahuan ini juga menimbulkan teknologi yang baru seperti bioteknologi, nanoteknologi, komputer kuantum, neural chip, robot yang mirip manusia, dll

Masih banyak hukum alam yang belum/tidak diketahui untuk dapat mengungkapkan gejala dan proses yang terjadi mulai dari awal ruang-waktu sampai timbulnya inteligensi dan kesadaran manusia. Pengembangan pengetahuan sistem kompleks diharapkan dapat mengungkapkan kelakuan sistem yang kompleks seperti pada sosiologi dan ekonomi dapat dijelaskan dari kaidah yang sederhana.

 

Pengembangan Berkelanjutan

 

Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat, dipacunya industrialisasi mengakibatkan menipisnya sumber alam, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran, jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar. Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development).

Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat   mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan  kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya – miskin ?

Selain itu hal yang perlu diselesaikan ialah ketakarifan manusia yang menimbulkan konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.

Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.

 

Daftar Pustaka

S.Weinberg, Dreams of a Final Theory, Vintage Books, 1994.

F.Capra, The Hidden Connection, Jalasutra, 2004.

D.B.Calne,Batas Nalar, Rasionalitas dan Prilaku Manusia, KP Gramedia, 2005.